ShoutMix chat widget

Popular Posts

10.23.2010

Jadi Zombie karena Kutu Penghisap Darah

Penyakit yang meyebabkan kulit penderitanya mirip dengan zombie di film-film horor mewabah di Uganda dan telah menewaskan 20 orang serta menyebabkan lebih dari 20.000 orang sakit dalam tempo dua bulan.

Jiggers, serangga kecil mirip dengan kutu, menjadi biang kerok epidemi yang menyebabkan kulit penderita menjadi busuk. Serangga ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui kaki. Begitu masuk, ia akan menghisap darah, tumbuh dan berkembang biak hingga jumlahnya mencapai ribuan. Seluruh bagian tubuh yang terkena, seperti bokong, kelopak mata, bahkan bibir, akan membusuk

Bila mengenai anak-anak, jiggers bisa menyebabkan kematian karena banyaknya darah yang dihisap. Menurut James Kakooza, menteri kesehatan Uganda, jiggers juga menjadi penyebab kematian dini pada anak remaja yang menderita penyakit lain. Pada orangtua, infeksi penyakit ini menyebabkan mereka tidak bisa berjalan atau bekerja.

"Ini merupakan epidemi yang sedang kami lawan, namun kami yakin seiring dengan waktu kami mampu melenyapkan jiggers," kata Kakooza.

Istilah medis untuk penyakit akibat tungau ini adalah tungiasis yang disebabkan oleh lalat pasir betina yang menggali masuk ke kulit. Penyakit ini ditemukan di bagian Amerika Latin dan Karibia, selain sub-Sahara Afrika. Serangga tersebut umumnya berkembang biak di lingkungan kotor dan berdebu.

Kakooza juga menyebutkan 12 distrik yang terkena infeksi jiggers adalah daerah miskin dengan tingkat kebersihan rendah. "Kami sudah menghimbau warga untuk menggunakan sabun medis. Jigger juga terbukti bisa dibasmi dengan disiramkan bensin serta parafin," katanya.

Wilayah yang paling parah terkena penyakit tungiasis di Uganda adalah Busoga, sekitar 150 kilometer dari Kampala, ibukota Ugada. Beberapa kasus baru juga dilaporkan terjadi di daerah tengah, sekitar 70 kilometer dari ibukota, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran penyakit ini ke seluruh negeri.

0 comments:

Post a Comment

silahkand berkomentar kauuand . . .