ShoutMix chat widget

Popular Posts

10.13.2010

Tugas Pancasila (I. PENGANTAR)

1. Pertumbuhan Bangsa Indonesia
a. Brdasarkan Pandangan Ilmu pengetahuan
Charles Darwin
Teori evolusi menyatakan bahawa manusia berasal daripada binatang, khususnya dari binatang yang berupa mawas manusia. Teori beliau menumpukan perhatian kepada bagaimana bentuk hewan yang simpel berevolusi untuk menjadi bentuk yang kompleks. Darwin menamakan proses ini sebagai“evolusi melalui seleksi alam” (survivalof the fittest). Ia kemudian mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yangberjudul “The Origin of Species, By Meansof Natural Selection” pada tahun 1859.
Buku “The Descent of Man” mengutarakan penerapan teori Darwin pada evolusi manusia, dan merinci teori seleksi seksual. Di samping itu diuraikan juga dalam buku tersebut masalah terkait seperti psikologi evolusi, etika evolusi, perbedaan antar-ras manusia, perbedaan antara kelamin manusia, dan sangkut-paut teori evolusi dengan masyarakat manusia.

Ernest Heinrich Haeckel
Ernest berpendapat bahwa Dunia ini menurut Haeckel adalah kekal, tak ada permulaan, dan hidup tercipta dengan sendirinya secara mekanis.
Sir Ambrose Flenning
Ia berpendapat bahwa ini adalah suatu penciptaan, dan menolak teori evolusi.

Teori Darwin tentang asal muasal manusia yang berasal dari makhluk sejenis kera perlu mendapat pembuktian. Artinya, untuk sampai pada bentuk manusia seperti sekarang ini haruslah ada sejenis makhluk peralihan yang dapat menjembatani antara kera dengan manusia. Pada kurun waktu beberapa tahun makhluk ini tidak dapat ditemukan sehingga kemudian dikenal konsep missing link yang artinya terputusnya rantai yang dapat menghubungkan antara makhluk awal dengan manusia modern. Pada akhirnya, banyak orang meragukan teori yang dikemukakan oleh Darwin.

b. Berdasarkan Pandangan Agama
Kitab Al’Quran Surat Al-Hijr : 26
“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”
Kitab Injil
Genesis 17:24,Genesis 21: 4

c. Penemuan Manusia Purba
Missing link pada akhirnya dapat dipecahkan oleh penemuan fosil-fosil diantaranya :
Eugene Dubois
Pithecanthropus Erectus : Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1891.
G.H.R von Koenigswald (1936 -1941)
• Homo Mojokertensis : Sepanjang Lembah Sungai Solo, pada tahun 1936.
• Meganthropus Paleojavanicus : Sangiran Lembah SungaiSolo
• Homo Soloensis : (manusia dari Solo).
• Pithecanthropus Robustus: plestosem bawah
• Homo Wajakensis : Wajak, Tulung Agung, Kediri.

d. Asal Usul Bangsa Indonesia
Sebenarnya terdapat beberapa teori yang membahas tentang asal-usul manusia yang sekarang menghuni wilayah Nusantara ini. Teori-teori tersebut antara lain sebagai berikut.

Teori Yunan
Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori ini yaitu sebagaiberikut.
1) Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah.
2) Bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di Kamboja. Kemiripanbahasa Melayu dengan bahasa Kamboja sekaligus menandakan pertaliannyadengan Dataran Yunan.

Kedatangan mereka ke Kepulauan Nusantara ini melalui tiga gelombang utama, yaitu perpindahan orang Negrito, Melayu Proto, dan juga Melayu Deutro.
Orang Negrito merupakan penduduk paling awal di Kepulauan Nusantara. Orang Negrito mempunyai ciri-ciri fisik berkulit gelap, berambut keriting, bermata bundar, berhidung lebar, berbibir penuh, serta ukuran badan yang pendek.
Melayu Proto, perpindahannya ke Nusantara diperkirakan terjadi pada 2.500 SM. Mereka mempunyai peradaban yang lebih majudari pada orang Negrito. Hal ini ditandai dengan kemahirannya dalam bercocoktanam.
Melayu Deutro, perpindahan orang Melayu Deutro merupakan gelombang perpindahan orang Melayu kuno kedua yang terjadi pada 1.500 SM. Mereka merupakan manusia yang hidup di pantai dan mempunyai kemahiran dalam berlayar.

Teori Nusantara
Teori ini menyatakan bahwa asal mula manusia yang menghuni wilayah Nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan mereka sudah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara itu sendiri. Teori Nusantara didasarkan pada alasan-alasan seperti di bawah ini:
1) Bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi.
2) K. Himly tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja).
3) Manusia kuno Homo Soloensis &Homo Wajakensis yang terdapatdi Pulau Jawa.
4) Bahasa yang berkembang di Nusantara yaitu rumpun bahasa Austronesia.

Teori “out of Africa”
Hasil penelitian mutakhir/kontemporer menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang ini berasal dari Afrika. Setelah mereka berhasil melalui proses evolusi dan mencapai taraf manusia modern, kemudian mereka bermigrasi ke seluruh benua yang ada di dunia ini. fosil-fosil manusia purbayang ditemukan di Indonesia atau khususnya di daerah Jawa Tengah danJawa Timur tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia modern.

Kebudayaan Nenek Moyang
1) Kebudayaan zaman batu
2) Animisme, yaitu kepercayaan terhadap makhluk halus/roh.

2. Masa Kejayaan Nasional

Nilai –nilai pancasila telah ada pada bangsa indonesia sejak zaman dulu kalasebelum bangsa indonesia mendirikan negara. Proses terbentuknya negara indonesia melalui proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak zaman batu hingga munculnya karajaan-kerajaan pada abad ke-IV.
A. Zaman Kutai
Pada zaman ini masyarakat kutai yang membukai zaman sejarah indonesia pertama kalinya ini menampilkan nilai-nilai sosial politik, dan ketuhanan.
B. Zaman Sriwijaya
Cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam sesuetu negara tlah tercemin pada kerjaan sriwijaya yang berbunyi yaitu ”marvuat vanua criwijaya siddhayara subhika”{suatu cita-cita negara yang adil&makmur}
C. Zaman Kerajaan-Kerajaan Sebelum Kerajaan Majapahit
Pada zaman ini diterapkan antara lain/ raja aiar langgi sikap tolerensi dalam beragama nilai-nilai kemanusiaan (hubungan dagang&kerjasama dengan benggala, chola, dan chompa) serta perhatian kerjahteraan pertanian bagi rakyat dengan dengan membangun tanggul&waduk.
D. Zaman Kerajaajn Majapahit
Pada tahun 1293 berdirilah kerajaan Majapahit yang mencapai zaman keemasan pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Pada waktu itu agama Hindu dan Budha hidup berdampingan dengan damai dalam satu kerajaan.
Empu Prapanca menulis Negarakertagama (1365). Dalam kitab tersebut telah terdapat istilah “Pancasila”. Empu Tantular mengarang buku Sutasoma, dan didalam buku itulah kita jumpai seloka persatuan nasional yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”, yang bunyi lengkapnya “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharna Mangrua”, artinya walaupun berbeda, namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki tuhan yang berbeda.
Sumpah palapa yang diucapkan oleh mahapatih Gajah Mada dalam siding Ratu dan Menteri-menteri di paseban keprabuan Majpahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut: ‘Saya baru akan berhenti berpuasa makan pelapa, jikalau seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan Negara, jikalau Gurun, Seram, Tanjung, Haru, Pahang, Dempo, Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik telah dikalahkan.

2 comments:

mui_bae said...

mantabb....
lanjutkan ya!!!
biar tar w klo belajar tiggal liat rangkuman lo aj!kwkwkwkwkwkwk

Viona Adistie Nurani said...

wahahaha ini terbit 2 hari setelah dikumpulkan.... ckckck . iseng aj ni gw.. g ad kerjaan mulu :(

Post a Comment

silahkand berkomentar kauuand . . .